Trying to get property of non-object [ On /var/www/virtual/jpop.com/public_html/generatrix/model/youtubeModel.php Line 63 ]
Undefined variable: cookie_headers [ On /var/www/virtual/jpop.com/public_html/generatrix/external/magpierss-0.72/extlib/Snoopy.class.inc Line 438 ]
Orkes Keroncong Cafrinho Tugu - JPop.com
Artist info
Orkes Keroncong Cafrinho Tugu

Orkes Keroncong Cafrinho Tugu

Orkes Keroncong Cafrinho Tugu


Masyarakat lebih mengenalnya sebagai Keroncong Tugu yang membawakan warisan musik Moresco, seorang pelaut Portugis yang melahirkan musik keroncong di kampung Tugu dan di Indonesia hingga sekarang ini. Keroncong Tugu merupakan bukti akulturasi budaya Indonesia dengan budaya Portugis. Keroncong Tugu sendiri sebenarnya didirikan pada tahun 1925 oleh Joseph Quiko. Awalnya bernama Orkes Pusaka Krontjong Moresco Toegoe Anno 1661 (tahun pembebasan tawanan Portugis dan budak asal India oleh pemerintah Belanda). Read more on Last.fm
Masyarakat lebih mengenalnya sebagai Keroncong Tugu yang membawakan warisan musik Moresco, seorang pelaut Portugis yang melahirkan musik keroncong di kampung Tugu dan di Indonesia hingga sekarang ini. Keroncong Tugu merupakan bukti akulturasi budaya Indonesia dengan budaya Portugis. Keroncong Tugu sendiri sebenarnya didirikan pada tahun 1925 oleh Joseph Quiko. Awalnya bernama Orkes Pusaka Krontjong Moresco Toegoe Anno 1661 (tahun pembebasan tawanan Portugis dan budak asal India oleh pemerintah Belanda).

Kemudian diteruskan oleh adik-adiknya, Jacobus dan Samuel Quiko. Tahun 1991 Krontjong Toegoe berubah menjadi Cafrinho yang berarti beramai-ramai. Namun, orang-orang lebih akrab dengan nama Keroncong Tugu. Tahun 2006 hingga sekarang dipimpin oleh Guido Quiko, putra Samuel Quiko. Sehari-hari Guido Quiko–merupakan keturunan Portugis keempat, berprofesi sebagai arranger dan pencipta lagu di sebuah studio rekaman.

Ia juga menjabat sebagai wakil ketua Sahabat Kota Tua, kumpulan komunitas kreatif di seputar Kota Tua Jakarta. Cintanya terhadap keragaman budaya Betawi, membuat Guido Quiko mempunyai keinginan kuat untuk terus melestarikan budaya leluhur. Ada yang khas dari penampilan Keroncong Tugu Cafrinho dan menjadi ciri khas tersendiri. Dalam setiap penampilannya baik didalam maupun di luar negeri para pemain musiknya selalu memakai kostum celana batik, baju koko, lengkap dengan baret serta syal. Keroncong Tugu hingga kini tetap rutin latihan setiap hari Selasa malam. Biasanya sekitar delapan orang pemusik hadir memainkan alat musik akustik, seperti gitar, bas, biola, dan rebana.

Serta okulele bernama macina dan frunga. Mereka menyanyikan berbagai lagu berbahasa Melayu, Belanda, atau Portugis. Lagu Oude Batavia, misalnya. Keroncong Tugu Cafrinho adalah satu-satunya grup musik yang tetap mempertahankan kemurnian musik khas Tugu.

Mereka tidak mudah terpengaruh oleh budaya musik lain yang kian berkembang di Indonesia. Padahal kini tak semua personelnya keturunan Portugis. Read more on Last.fm. User-contributed text is available under the Creative Commons By-SA License; additional terms may apply..

Top Albums
showing 4 out of 4 albums
Shoutbox
No Comment for this Artist found
Leave a comment


Comments From Around The Web
No blog found
Flickr Images
No images
Related videos
No video found
Tweets
No blogs found